Potensi Ternak Domba

Potensi Ternak Domba


Potensi ternak kecil yaitu domba (Ovis) dan kambing cukup menyebar secara merata ke seluruh wilayah. Ternak domba atau kambing tidak memerlukan dukundan lahan yang luas apabila dibandingkan dengan budi daya ternak besar. Ternak domba lebih populer di kalangan petani dibandingkan dengan ternak kambing. Ternak domba, biasa dijadikan tabungan jangka pendek petani, secara priodik memiliki permintaan cukup tinggi, yaitu menjelang Hari Raya Kurban. Beberapa kecamatan yang memiliki populasi ternak cukup banyak adalah Kecamatan Cisayong, Sukaraja, Bojonggambir, Sodonghilir, Salawu, Salopa, Karangnunggal, dan Cibalong.

A. PROSPEK PASAR
Permintaan domba yang paling potensial secara reguler datang dari kota-kota besar seperti Bandung, dan JaBoTaBek. Ternak domba dari Tasikmalaya juga dipasarkan ke wilayah Cirebon. Konsumen reguler daging domba ini adalah para pedagang sate. Di samping permintaan lokal, regional, dan nasional, pasar ternak domba masih cukup terbuka untuk negara di lingkungan Asia Tenggara sendiri, seperti Brunai Darussalam, Malaysia, dan Singapura Para peternak yang sudah berorientasi pasar sudah sangat menguasai kapan dia harus membeli bakalan dan kapan harus menjualnya kembali. Pasar ternak domba memiliki siklus reguler yang tetap, sehingga mudah dijadikan bahan pertimbangan oleh para peternak. Maka dari itu ternak domba di mata peternaknya dianggap sebagai tabungan keluarga.
Produk lainnya dari ternak domba adalah kulit. Pasar kulit domba cukup prospektif. Kulit domba merupakan bahan baku untuk berbagai peralatan rumah tangga dan barang kerajinan. Prospek pasar kulit domba melebihi prospek pasar daging domba. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya para pembeli kulit domba yang sudah menyerahkan uang di muka kepada runah-runah potong hewan, jauh-jauh hari sebelum ternak domba tersebut dipotong. Tidak dapat dipungkiri bahwa harga ternak domba mengalami fluktuasi, sebagaimana halnya terjadi pada harga hasil ternak yang lainnya. Namun demikian, sesuai dengan pola fluktuasi permintaannya fluktuasi harga ternak domba tidak terlalu tajam. Bandingkan misalnya dengan fluktuasi harga ternak unggas yang kurang stabil dan tidak dapat diprediksi oleh para peternak pada umumnya. Pergerakan harga ternak domba relatif dapat diikuti dan dapat diprediksi oleh para peternak. Misal pada saat musim kurban harga ternak cukup tinggi dan saat yang tepat untuk para peternak untuk menjual peliharaannya. Dengan demikian peternak domba relatif dapat mengendalikan pasar bila dibandingkan dengan peternak komoditas lain yang hanya sebagai penerima harga (price taker).

B. DUKUNGAN SUMBER DAYA LOKAL

Usaha ternak domba sudah tidak asing lagi bagi masyarakat petani Kabupaten Tasikmalaya. Namun demikian kebanyakan pengusahanya masih bersifat sampingan, belum sepenuhnya berorientasi komersial. Skala pemilikan usaha ternak domba yang dilakukan para petani berkisar antara 2 sampai 6 ekor. Usaha ternak domba hampir menyebar dengan merata di seluruh kecamatan bagian selatan dan utara Tasikmalaya. Jenis domba unggul yang banyak dipelihara di Tasikmalaya adalah domba lokal yang biasa disebut Domba Garut. Keunggulan domba tersebut antara lain pertumbuhannya yang cepat, bobot dan postur tubuh yang baik, serta produktivitasnya cukup tinggi (rata-rata beranak 2 ekor dalam masa satu kali kehamilan).

C. PELUANG DAN KELAYAKAN INVESTASI

Berdasarkan hasil perhitungan, untuk mencapai skala ekonomis pada usaha ternak domba minimal dipelihara 8 ekor. Pada skala delapan ekor usaha ternak domba mencapai titik impas. Usaha ternak domba dalam satu kali proses produksi dengan skala usaha sepuluh ekor memperoleh laba rata-rata Rp.1.118.000. Masa satu kali produksi adalah 3 bulan atau 100 hari. Dengan demikian pendapatan usaha ternak domba dalam kurun waktu satu tahun pada skala usaha 10 ekor ±Rp. 3.354.000. R/C ratio usaha tersebut 1,23. Artinya setiap Rp.1 biaya yang dikeluarkan dalam usaha ternak domba, dalam 3 bulan menghasilkan penerimaan Rp.1,23. Dengan kata lain keuntungan ternak domba dalam waktu 3 bulan sebesar 23%.


Keterangan:  TabelAnalisis Usaha Ternak Domba

• Pakan Hijauan 6-8 kg/ekor/hari
• Pakan Penguat 0,5-1 kg/ekor/hari
• Obat-obatan Rp.10.000/ekor/tahun (dewasa)
• Luas kandang 1m2 /ekor
• Biaya pembuatan kandang Rp.50.000/m2 dengan umur ekonomi 10 tahun
—————————————————————————————————————————————–

Leave a Reply

Testimoni
"alhamdulillah aqiqah anak saya terlaksana walau sedikit terlambat, terima kasih Aqiqahcatering.com "

Herman, Viktor

Selain bisa masak, bisa pesan dagingnya juga. Saya merasa terbantu. Insya Allah saya akan pesan lagi.

Ibu Eva, Bukit Dago

Saya merasa puas dengan aqiqahcatering.com. Apalagi daging kambingnya terasa empuk, gulainya enak, Pas sekali. Insya Allah saya akan pesan lagi.

Ibu Rita Subagyo, Bumi Serpong Damai

kemarin saya memesan aqiqah di aqiqahcatering.com, ternyata responnya cepat dan pelayanannya benar-benar memuaskan

sumi, kalibata, jakarta selatan

Saya sudah 2 kali pesan. Kemarin saya sudah pesan lagi dan bisa membantu menyalurkan ke yayasan jihadul mukhlisin.

Ibu Akbar, Serpong City Paradise


saya merasa terbantu sekali oleh aqiqahcatering.com, ketika saya butuh daging kambing untuk catering saya, aqiqah catering mau bekerjasama, terima kasih aqiqahcatering.com

nasik, bogor

Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Semoga Aqiqahcatering.com barokah

Febri, Bintaro

Allhamdulilah aqiqah anak saya lancar berkat bantuan dari aqiqahcatering.com. terima kasih aqiqahcatering.com

Bpk. Rizal Ariefianto, Bukit

terima kasih aqiqahcatering.com, kepercayaan saya dibalas dengan pelayanan yang memuaskan dan masakannya juga sesuai dengan selera 

Bpk. Ananda, Bintaro

Pelayanannya tidak mengecewakan dan pesanan sy diantar tepat waktu. thank's aqiqahcatering.com

Bpk. Mohamad Fauzi, Taman Palem Residence, Ciputat

Sate dan gulainya mantap dan pelayanannya juga mantap, terima kasih Aqiqahcatering.com atas saran & bantuannya.

Bpk. Rahman Ali, BSD
Statistik Pengunjung
Hubungi Kami