Jual Hewan Qurban Di DEPOK Online | Jual Hewan Kambing ..

Harga Hewan Qurban 2012 di Aqiqahcatering – Alhamdulillah bagi para agniya yang  berdomisili di tangerang selatan, kota tangerang dan wilayah jabobeka yang  ingin menunaikan ibadah Qurban di tahun 2012 atau tahun islam 1433 H, kami unit usaha dengan menawarkan hewan Qurban dengan harga kompetitif sesuai dengan standar syariah.

Pembeli dan penjual domba kurban dapat melihat dan memilih langsung domba kurban yang dipelihara dengan harga timbang hidup Kambing 65000 kg , Domba 63000 kg, Sapi 42000 kg

aqiqahcateringaqiqahcatering

Berqurban: Antara Manifestasi Keta’atan dan Tanggungjawab Sosial – Perayaan Idul Adhaatau lebih dikenal dengan Idul Qurban hari yang dinanti oleh hamba Allah yang ingin membuktikan cintanya akan tiba. Pada hari itu, setelah shalat Id, sampai tiga hari berikutnya yakni 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, ummat Islam yang berkemampuan diperintahkan untuk menyembelih hewan Qurban, baik berupa Qurban sapi ataupun domba. Ibadah agung  penyembelihan hewan kurban pada hari Idul Adha secara historis adalah merujuk pada puncak keta’atan Nabi Ibrahim kepada Allah. Ia tunaikan perintah Allah untuk menyembelih putranya sendiri, Isma’il. Melalui mimpi, Allah perintahkan Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangan yang telah lama ia nantikan kehadirannya. Mimpi yang berulang datangnya itu ia yakini sebagai titah yang harus dilaksanakan.

Penyembelihan hewan Qurban pada hari raya Idul Adha merupakan wasilah (sarana) dan thariqah (cara) pelestarian millah (agama) Ibrahim, meski sebenarnya perintah untuk berkurban juga telah ada sejak zaman Nabi Adam. Saat itu, kedua putranya Qabil dan Habil diperintahkan untuk melaksanakan kurban sebagai bentuk ketundukan kepada Allah. Penyembelihan hewan kurban juga merupakan syari’at yang ditetapkan bagi Nabi Muhammad dan ummatnya, dengan merujuk kepada peristiwa Nabi Ibrahim yang mengorbankan putranya Isma’il.

Penetapan syari’at berqurban setelah rentang ribuan tahun peristiwa Ibrahim, menjadi media untuk menghapuskan penyimpangan pelaksanaan kurban yang tidak ditujukan kepada Allah. Banyak kalangan dalam masyarakat melakukan kurban yang mengarah kepada kemusyrikan. Termasuk kemunculan tradisi yang terjadi pada zaman jahiliyah, yaitu banyaknya masyarakat Arab kala itu yang mengubur hidup-hidup anak perempuannya. Padahal, peristiwa kurban yang dilakukan Ibrahim memperlihatkan puncak keta’atan kepada Allah, bukan malah seblaiknya.

Perspektif Fiqh

Dalam bahasa Arab, kurban bersal dari akar kata qaraba -yuqaribu –qurbanan, yang memiliki arti menghampirkan atau mendekatkan. Melakukan Qurban menurut syari’at islam adalah menyembelih hewan atau binatang –kambing, unta, sapi dan atau karbau- dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt. Hal ini dilakukan merujuk pada ayat-Nya,

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ

“Sesunggunya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah….”(QS. Al Kautsar; 1-3).

Hal ini kemudian dipertegas Rasulullah dengan ungkapannya, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.” Berdasarkan kedua dalil naqli di atas, mayoritas ulama berpendapat bahwa menyembelih hewan kurban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi setiap muslim yang mampu. Dan waktu penyembelihan adalah pada hari “H” plus tiga hari tasyriq setiap tahunnya.

Dengan demikian, semangat kurban merupakan salah satu ajaran Islam yang bertujuan menguji keimanan seseorang dan tingkat cintanya kepada Allah. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS Al Taubah; 24).

Dalam sejarah Islam, banyak sahabat-sahabat Nabi yang membuktikan cinta mereka dengan berkurban demi mendapatkan cinta Allah dan rasul-Nya, meski harus meregang nyawa. Merekalah para syuhada, salaf shalih, dan mereka itulah nanti yang akan memperoleh derajat tinggi di sisi Rabb mereka.

Utsman bin Affan, umpamanya, telah mengukir sejarah awal Islam dengan tinta emas. Pada zaman Abu bakar Al shiddiq, terjadi musim paceklik yang sangat memprihatinkan. Banyak orang kesulitan mendapatkan bahan makanan, kemudian mengadukan perihal mereka kepada sang Khalifah, dan khalifah pun meminta mereka bersabar. Namun tak lama waktu berselang, tiba iring-irngan unta dari Syam membawa gandum, minyak goreng dan bahan pangan lainnya.

Lalu Utsman membagikan gandum dan hartanya itu secara cuma-cuma -tanpa pretense apapun- kepada penduduk yang sedang kekurangan hingga tak seorang pun yang luput. Itulah contoh pengorbanan seorang sahabat Nabi. Pengorbanan itu bukan hanya sebatas seekor kambing, tetapi yang lebih penting adalah mengorbankan hawa nafsu kebinatangan yang membelenggu setiap manusia; nafsu serakah, sifat kikir, dan nafsu menerabas, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Hikmah dan Rahasia

Pakar tafsir kontemporer, Abdullah Yusuf Ali dalam masterpicenya The Holy Qur’an; Translation andf commentary, menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna spiritual dan dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

Selain itu, kurban juga menjadi ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Ulama besar Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Dari sedikit penjelasan di atas, dapat difahami bahwa kurban memiliki makna yang luas dalam kehidupan, terutama dalam rangka meningkatkan solidaritas, kesetiakawanan sosial dan introspeksi. Paling tidak, ada dua dimensi yang ditekankan di sini, yaitu hablum minallah dan hablum minannas. Kurban disyari’atkan sebagai bentuk kepatuhan, keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Hewan yang disembelih bukan berarti tumbal kepada sang khlaiq. Yang dipersembahkan kepada Allah, esensinya hanyalah ketakwaan; lan yanalallah luhumuha wala dimauha, walakin lanaluhu al taqwa…..”, tegas-Nya.

Sedangkan dimensi kedua, secara horisontal, kurban sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepekaan sosial terhadap sesama anak bangsa, khususnya kepada golongan yang lemah atau mereka yang dilemahkan (baca; dizhalimi) dan tertindas. Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela brkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan.

Dipenghujung tulisan ini, sekali lagi, ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Mampukah kita “menyembelih” semua ujian itu guna mewujudkan kebersamaan serta membebaskan negeri ini dari keterpurukan? Semoga.

Untuk informasi lebih lengkap silakan menghubungi kami :

AQIQAHCATERING.COM

Jl. Raya Puspiptek Ampera-Buaran Kodiklat Rt. 10/03 Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong kota tangerang selatan

 

Telp. 021 – 685 45 126, atau
Hp. 081386710238
PIN BB 21E1AC84

 

Email: info@aqiqahcatering.com
Twiter : @aqiqahcatering

 

Leave a Reply

Testimoni
"alhamdulillah aqiqah anak saya terlaksana walau sedikit terlambat, terima kasih Aqiqahcatering.com "

Herman, Viktor

Selain bisa masak, bisa pesan dagingnya juga. Saya merasa terbantu. Insya Allah saya akan pesan lagi.

Ibu Eva, Bukit Dago

Saya merasa puas dengan aqiqahcatering.com. Apalagi daging kambingnya terasa empuk, gulainya enak, Pas sekali. Insya Allah saya akan pesan lagi.

Ibu Rita Subagyo, Bumi Serpong Damai

kemarin saya memesan aqiqah di aqiqahcatering.com, ternyata responnya cepat dan pelayanannya benar-benar memuaskan

sumi, kalibata, jakarta selatan

Saya sudah 2 kali pesan. Kemarin saya sudah pesan lagi dan bisa membantu menyalurkan ke yayasan jihadul mukhlisin.

Ibu Akbar, Serpong City Paradise


saya merasa terbantu sekali oleh aqiqahcatering.com, ketika saya butuh daging kambing untuk catering saya, aqiqah catering mau bekerjasama, terima kasih aqiqahcatering.com

nasik, bogor

Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Semoga Aqiqahcatering.com barokah

Febri, Bintaro

Allhamdulilah aqiqah anak saya lancar berkat bantuan dari aqiqahcatering.com. terima kasih aqiqahcatering.com

Bpk. Rizal Ariefianto, Bukit

terima kasih aqiqahcatering.com, kepercayaan saya dibalas dengan pelayanan yang memuaskan dan masakannya juga sesuai dengan selera 

Bpk. Ananda, Bintaro

Pelayanannya tidak mengecewakan dan pesanan sy diantar tepat waktu. thank's aqiqahcatering.com

Bpk. Mohamad Fauzi, Taman Palem Residence, Ciputat

Sate dan gulainya mantap dan pelayanannya juga mantap, terima kasih Aqiqahcatering.com atas saran & bantuannya.

Bpk. Rahman Ali, BSD
Statistik Pengunjung
Hubungi Kami